Sabtu, 26 Agustus 2017

USAMAH BIN ZAID, JENDERAL TERMUDA JIHAD FI SABILILLAH.

ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ ‏

Kisah Orang Shaleh/Shalihah**USAMAH BIN ZAID Radhiyallahu'anhu "JENDRAL TERMUDA JIHAD FI SABILILLAH"*✅ *Usamah Bin Zaid adalah jenderal termuda yang pernah memimpin peperangan yang ketika itu masih berusia 18 tahun. Penunjukannya sebagai Jenderal datang langsung dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.*✅ Ia adalah putra dariZaid bin Haritsah.✅ Usamah lahir tahun ke 7 sebelum hijrah di Mekkah. Kondisi dakwah yang begitu sulit saat itu membuat Rasullulah Shallallahu 'alahi wa sallam senantiasa bersabar. Ketika berita kelahiran Usamah sampai wajah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam langsung berseri.✅ Usamah bin Zaid adalah anak dari seorang sahabat dan merupakan anak angkat Rasulullah Shallallahi 'alaihi wa sallam (sebelum Islam masuk dan menghapus hukum anak angkat), yaitu Zaid bin Haritsah dan Ummu Aiman pengasuh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika kecil.�� Dalam suatu riwayat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkata: "Ummu Aiman adalah ibuku satu - satunya sesudah ibunda yang mulia wafat, dan satu satunya keluargaku yang masih ada". Riwayat lain bahkan mengatakan Ummu Aiman juga pemah menyusui anak Rasullulah Shallallahu 'alaihi wa sallam.✅ Adapun Zaid bin Haritsah adalah sahabat kesayangan Rasullulah Shallallahu ' alaihi wa sallam dan anak angkat, yang menyebabkan Zaid sempat dipanggil dengan nama Zaid bin Muhammad, tetapi kemudian dihapus oleh hukum Islam. Dimana nama anak harus dinasabkan kepada orang tua kandungnya.�� Demikian sayangnya Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam kepadanya sehingga Usamah diberi lagab, Al Hibb wa Ibnil Hibb 'Kesayangan (dari) Anak Kesayangan' dan Hibb Rasulillah, Jantung Hati Rasulullah karenaRasul Shallallahu 'alaihi wa sallan mencintainya sebagaimana mencintai cucunya, Hasan bin Ali bin Abi Thalib.✅ Usamah tumbuh sebagai pribadi yang besar; cerdik dan pintar, berani luar biasa, bijaksana, pandai meletakkan sesuatu pada tempatnya, tahu menjaga kehormatan, senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan tercela, pengasih dan (sebaliknya) dikasihi banyak orang, taqwa, wara' (berhati-hati), dan mencintai Allah Ta'ala.✅ *Usamah Dalam Perang Uhud*Waktu terjadi Perang Uhud, Usamah bin Zaid datang ke hadapan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. beserta serombongan anak-anak sebayanya, putra-putra para sahabat. Mereka ingin turut jihad fi sabilillah. Sebagian mereka diterima Rasulullah dan sebagian lagi ditolak karena usianya masih sangat muda. Usamah bin Zaid termasuk kelompok anak-anak yang tidak diterima. Karena itu, Usamah pulang sambil menangis. Dia sangat sedih karena tidak diperkenankan turut berperang di bawah bendera Rasulullah.✅ *Usamah Dalam Perang Khandaq.*Dalam Perang Khandaq, Usamah bin Zaid datang pula bersama kawan-kawan remaja, putra para sahabat. Usamah berdiri tegap di hadapan Rasulullah supaya kelihatan lebih tinggi, agar beliau memperkenankannya turut berperang.Rasulullah kasihan melihat Usamah yang keras hati ingin turut berperang. Karena itu, beliau mengizinkannya,Usamah pergi berperang menyandang pedang, jihad fi sabilillah. Ketika itu dia baru berusia lima belas tahun.✅ *Usamah Dalam Perang Hunain*Ketika terjadi Perang Hunain, tentara muslimin terdesak sehingga barisannya menjadi kacau balau. Tetapi, Usamah bin Zaid tetap bertahan bersama-sama dengan ‘Abbas (paman Rasulullah), Sufyan bin Harits (anak paman Usamah), dan enam orang lainnya dari para sahabat yang mulia. Dengah kelompok kecil ini, Rasulullah berhasil mengembalikan kekalahan para sahabatnya menjadi kemenangan. Beliau berhasil menyelamatkan kaum muslimin yang lari dari kejaran kaum musyrikin.✅ *Usamah Dalam Perang Mu’tah.*Dalam Perang Mu’tah, Usamah turut berperang di bawah komando ayahnya,Zaid bin Haritsah. Ketika itu umurnya kira-kira delapan belas tahun. Usamah menyaksikan dengan mata kepala sendiri tatkala ayahnya tewas di medan tempur sebagai syuhada. Tetapi, Usamah tidak takut dan tidak pula mundur. Bahkan, dia terus bertempur dengan gigih di bawah komando Ja’far bin Abi Thalib hingga Ja’far syahid di hadapan matanya pula. Usamah menyerbu di bawah komando Abdullah bin Rawahah hingga pahlawan ini gugur pula menyusul kedua sahabatnya yang telah syahid. Kemudian, komando dipegang oleh Khalid bin Walid. Usamah bertempur di bawah komando Khalid. Dengan jumlah tentara yang tinggal sedikit, kaum muslimin akhirnya melepaskan diri dari cengkeraman tentara Rum.✅ Seusai peperangan, Usamah kembali ke Madinah dengan menyerahkan kematian ayahnya kepada Allah Ta'ala. Jasad ayahnya ditinggalkan di bumi Syam (SYiria) dengan mengenang segala kebaikan almarhum.✅ *Jenderal Termuda.*Dengan semua kelebihan Usamah,Rasul Shallallahu alahi wa sallam menugaskannya sebagai Jendral Pasukan Kaum Muslimin yang akan berhadapan dengan Pasukan Romawi. Riwayat menyatakan usia Usamah saat itu baru 17 tahun. Dalam pasukannya, terdapat nama- nama sahabat besar, Abu Bakar Shidiq, Umar bin Khatab, Sa'ad bin Abi Waqqas. Abu Ubaidah bin Jarrah, dan para sahabat senior lainya.✔ Pengangkatan ini sempat menimbulkan desas desus yang menyebabkan kegusaran Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.�� Beliau lalu pergi ke mesjid Nabawi dan berkata:*"Jika kalian mencemoohkan kepemimpinannya, maka kalian dulu juga mencemoohkan kepemimpinan ayahnya. Demi Allah. dia layak untuk jabatan pimpinan. Dan dia adalah orang yang paling aku cintai sesudah ayahnya".*✅ *Usamah kemudian berangkat sebagai jendral dan saat itu Rasul Shallallahu alaihi wa sallam telah wafat. Meski demikian sebagian sahabat Anshar sempat meminta Usamah diganti karena faktor usia, tetapi Khalifah Islam pertama saat itu,Abu Bakar Shidiq tetap berpegang teguh pada keputusan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Bahkan Umar bin Khatab selaku utusan para sahabat mendapatkan kemarahan Abu Bakar atas usulan tersebut.*✅ *Kemenangan Usamah.**Usamah dan pasukannya terus bergerak dengan cepat meninggalkan Madinah. Setelah melewati beberapa daearah yang masih tetap memeluk Islam, akhirnya mereka tiba di Wadilqura. Usamah mengutus seorang mata-mata dari suku Hani Adzrah bernama Huraits. Ia maju meninggalkan pasukan hingga tiba di Ubna, tempat yang mereka tuju. Setelah berhasil mendapatkan berita tentang keadaan daerah itu, dengan cepat ia kembali menemui Usamah. Huraits menyampaikan informasi bahwa penduduk Ubna belum mengetahui kedatangan mereka dan tidak bersiap-siap. Ia mengusulkan agar pasukan secepatnya bergerak untuk melancarkan serangan sebelum mereka mempersiapkan diri. Usamah setuju. Dengan cepat mereka bergerak. Seperti yang direncanakan, pasukan Usamah berhasil mengalahkan lawannya. Hanya selama empat puluh hari, kemudian mereka kembali ke Madinah dengan sejumlah harta rampasan perang yang besar, dan tanpa jatuh korban seorang pun.*�� *Perkataan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam terbukti, ditangan Usamah pasukan Islam mampu mengalahkan pasukan Romawi. Bahkan pasukan Usamah membawa kemenangan yang gemilang melebihi perkiraan semua orang.*✔✔Sampai para sahabat berkata: "belum pernah terjadi suatu pasukan bertempur kembali dari medan tempur dengan selamat dan utuh (tanpa satu korban pun)".✅ Setelah menjalani hidupnya bersama para sahabat, Usamah bin Zaid wafat tahun 53 H / 673 M pada masa pemerintahan khalifah Mu’awiyah.

ﻭَﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar